Type something and hit enter

author photo
By On
Untukmu, Penyemangat Baru Dalam Hidupku
Untukmu, Penyemangat Baru Dalam Hidupku

“Aku pernah mencoba dengan dia yang salah. Kamu pernah gagal menjelajahi labirin hatinya sampai kehilangan arah. Tapi bukankah setiap pagi selalu menawarkan kesempatan baru? Bukankah setiap orang berhak atas perjalanan yang lebih menjanjikan untuk dijalani kemudian?
Maafkan aku, karena kamu harus menunggu. Demi kamu, aku bersabar dan berjibaku demi memantaskan diriku.”

Hai kamu, yang juga sedang berjuang menahan diri
Hai kamu, yang juga sedang menahan diri
Apa kabar dirimu? Jika bisa, rasanya ingin kutawarkan tempat duduk di sisiku khusus untukmu. Ingin kupandang wajahmu dekat-dekat lalu bertanya, “Beratkah hari-harimu belakangan ini? Cukup menyenangkan kah pekerjaan yang sedang kamu jalani? Atau kamu masih berkutat dengan teori dan buku yang membuatmu terjaga sampai dini hari?”

Harapanku, semoga kamu dan kehidupanmu di sana berjalan mulus tanpa gangguan yang berarti. Doaku tak putus-putus untukmu, kukirim dari sini. Ingin kuceritakan semua rasa yang sudah sekian lama mengendap di udara. Melihat kuatnya hasratku bercerita, tampaknya kelak pertemuan kita akan lebih mirip reuni dua sahabat lama dibanding pertemuan dua orang yang sedang dimabuk cinta.

Sampai hari itu tiba, kumohon tabahkan dirimu. Semesta sedang berjingkat mengurus pertemuan kita di satu masa paling sempurna. Yakinlah ia akan segera ada di hadapan mata. Padamu, yang kuyakini telah ditakdirkan namun tetap perlu diperjuangkan.

Kamu memang telah ditakdirkan, namun tetap butuh diperjuangkan
Kamu memang telah ditakdirkan, namun tetap butuh diperjuangkan.
Kita adalah dua manusia yang sebenarnya berjuang di arena pertarungan serupa, hanya saja dari dua tempat berbeda. Kamu mencoba sekuat tenaga membentengi hati sampai aku tiba. Dan aku di sini  berjuang menjaga mata.

Maka Sayang, jangan kamu keluhkan keterbatasanmu. sesekali merasa tak nyaman itu wajar, tapi jangan pernah menyalahkan orang-orang di sekitarmu dan mengutuk keadaan. Mereka hanya belum paham apa yang sesungguhnya sedang kita perjuangkan. Bukan penjelasan panjang lebar yang bisa menyelamatkan. Orang-orang itu hanya butuh melihat kegigihan dan keyakinan kita.

Bahwa semua keinginan yang belum diwujudkan ini akan menemui muaranya. Menjumpai akhir yang kita tunggu sebagai pesta perayaan. Jika menahan diri untuk tidak membuka hati pada sembarang orang adalah puasa, berjumpa denganmu jadi momen berbuka yang telah ditunggu sekian lama.

Sampai hari itu datang, jangan lelah untuk terus berjuang. Meski tak bersisian, ketahuilah kamu tak pernah sendirian
Ketahuilah, kamu tidak pernah sendirian.
Sebelum tiba waktunya kita ditakdirkan untuk bersanding, kamu dan aku hanya harus menambah tabungan ketabahan. Hidup terlalu singkat untuk terus-terusan mengeluhkan kesepian. Hatimu terlalu berharga jika diisi dengan kesibukan untuk mengurusi cinta yang hanya sementara.

Setiap kamu merasa sendiri dan tak ada yang mendampingi, ingatlah padaku. Seseorang yang selalu menyisipkan namamu disetiap sujudku. Manusia keras kepala yang kata orang punya imajinasi liar dan gila karena rela mati-matian menjaga diri agar pantas menyandingmu.

Tidakkah fakta ini harusnya membuatmu merasa punya rekan? Aku mendampingimu baik dalam diam. Bahkan sedetik pun, kau tak pernah sendirian.

Salam kecup dariku,

Seseorang yang tak pernah lelah berjuang memantaskan diri untukmu

Click to comment